Kita akan bahas langsung bagaimana contoh prompt untuk gemini ai & chatgpt AI serta AI lainnya untuk keperluan dakwah.

Sebagaimana kita tau perkembangan teknologi bener bener membantu manusia di segala aspek kehidupan.

Salah satunya, membantu untuk perkembangan dakwah

Kita bisa banget menggunakan chat GPT atau AI LLM Lainnya untuk misalnya:

  1. Pencarian Hadist maupun ayat Quran
  2. Mendapatkan terjemah hadist maupun quran
  3. Mendapatkan referensi tafsir lintas kitab tafsir
  4. Membantu menyusun draft khutbah jumat, kultum, artikel dakwah
  5. Membantu menguraikan ayat maupun hadist sesuai i’rob nahwu shorof
  6. Membantu mencari penjelasan mengenai istilah yang asing dalam belajar agama
  7. Sampai membantu menyusun image untuk dakwah lainnya

Dan ya, banyak sekali project dakwah bisa dibantu.

15 Contoh Prompt Untuk Gemini Ai, ChatGPT AI, Claude AI, Kimi AI Untuk Topik Dakwah

Nah kuncinya, kita harus tau apa yang kita mau, dan kita bisa kasih perintah yang jelas ke AI.

Kita akan kupas beberapa contoh implementasinya.

Tapi sebelum jauh melangkah kita harus tau dulu apa dasar dasar AI.

Saya tampilkan sharingnya ini mengutip untuk materi belajar AI pada santri HISMA Ayub Camp.

Table of Content

  1. Fondasi: AI Itu Apa dan Bekerja Bagaimana
  2. Prinsip Dasar Menggunakan AI: Role, Task, dan Format
  3. Struktur Konten Dakwah: Hook, Story, dan Offer
  4. Teknik Prompt Bertahap
  5. 15 Contoh Prompt Untuk Gemini Ai & Chat GPT Untuk Dakwah
  6. Adab Ilmiah Penggunaan AI

Fondasi: AI Itu Apa dan Bekerja Bagaimana

Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) menghadirkan peluang baru dalam dunia pembelajaran, dakwah, dan pengembangan keilmuan umat Islam.

Namun sebelum teknologi ini digunakan secara luas, diperlukan pemahaman paradigma yang tepat agar pemanfaatannya tetap selaras dengan adab ilmu dalam tradisi Islam.

AI tidak diposisikan sebagai guru ataupun sumber otoritas keilmuan, melainkan sebagai sarana yang membantu manusia berpikir lebih sistematis, bekerja lebih efisien, dan mengelola pengetahuan dengan lebih terstruktur.

Secara konseptual, Artificial Intelligence merupakan sistem komputasi yang dilatih menggunakan data dalam jumlah sangat besar.

Data tersebut diproses melalui model matematika dan algoritma pembelajaran mesin untuk mengenali pola bahasa manusia.

Dari proses inilah AI mampu memprediksi jawaban yang paling relevan terhadap pertanyaan atau instruksi yang diberikan pengguna.

Dengan kata lain, AI bekerja melalui kemampuan mengenali pola dan memprediksi susunan bahasa, bukan melalui pemahaman hakikat ilmu sebagaimana manusia yang belajar melalui pengalaman, bimbingan guru, dan proses tadabbur.

Teknologi AI modern dibangun di atas tiga komponen utama.

  1. Pertama adalah data besar atau big data yang menjadi bahan latihan sistem.
  2. Kedua adalah model matematika dan algoritma pembelajaran mesin yang berfungsi mempelajari hubungan dan pola dari data tersebut.
  3. Ketiga adalah sistem prediksi bahasa atau language prediction, yaitu mekanisme yang memungkinkan AI menyusun kalimat secara runtut berdasarkan probabilitas kata yang paling sesuai dengan konteks pembicaraan.

Cara kerja AI dapat dipahami melalui alur sederhana untuk AI saat ini ya, LLM AI.

Manusia memberikan input berupa pertanyaan atau instruksi.

Sistem kemudian menganalisis konteks bahasa yang diterima, memprediksi kata demi kata yang paling mungkin muncul berikutnya, lalu membentuk jawaban yang utuh.

Proses ini berlangsung sangat cepat sehingga menghasilkan respons yang tampak menyerupai dialog manusia.

AI Tidak Pernah Bisa Menggantikan Ulama

Meski demikian, terdapat batasan penting yang perlu disadari.

AI tidak memiliki ilmu sebagaimana ulama yang memperoleh pengetahuan melalui sanad, talaqqi, dan proses panjang dalam menuntut ilmu. AI juga tidak memahami niat, hikmah, maupun dimensi spiritual yang menjadi ruh dalam ajaran Islam.

Selain itu, AI dapat mengalami halusinasi, yaitu menghasilkan jawaban yang tampak benar secara bahasa tetapi tidak memiliki rujukan yang sahih. Oleh karena itu, setiap informasi tetap memerlukan verifikasi terhadap sumber literatur yang terpercaya.

Dalam kerangka pemanfaatan yang proporsional, AI dapat digunakan untuk membantu merapikan gagasan, mempercepat riset awal, serta menyusun draft materi atau tulisan.

Teknologi ini berfungsi sebagai alat bantu intelektual yang memperkuat proses belajar dan dakwah, bukan menggantikan peran guru, kitab, maupun tradisi keilmuan Islam yang telah terjaga sepanjang sejarah.

Dengan memahami fondasi ini, umat Islam diharapkan mampu memanfaatkan AI secara bijak: mengambil manfaat teknologinya tanpa kehilangan prinsip adab ilmu.

AI menjadi sarana ijtihad intelektual dalam menghadapi tantangan zaman, sementara otoritas ilmu tetap bersandar pada wahyu, ulama, dan khazanah keilmuan yang sahih.

Prinsip Dasar Menggunakan AI: Role, Task, dan Format

Setelah memahami hakikat Artificial Intelligence sebagai alat bantu intelektual, langkah berikutnya adalah memahami cara berinteraksi dengannya secara benar.

Banyak pengguna merasakan hasil AI tidak konsisten atau kurang sesuai harapan, bukan karena keterbatasan teknologi semata, melainkan karena instruksi yang diberikan belum jelas.

Dalam praktiknya, AI bekerja paling optimal ketika arahan disampaikan secara terstruktur.

Salah satu fondasi praktis yang paling penting adalah memahami tiga lapisan instruksi utama, yaitu role, task, dan format.

Tiga prinsip ini membantu pengguna mengarahkan cara berpikir sistem secara lebih spesifik. Semakin jelas instruksi yang diberikan, semakin terarah pula hasil yang dihasilkan.

Pendekatan ini dapat dianalogikan seperti memberikan amanah kerja kepada seseorang. Kita perlu menjelaskan siapa yang berperan, apa yang harus dikerjakan, dan hasilnya ingin berbentuk seperti apa.

Role (Peran)

Role atau peran adalah identitas kompetensi yang diminta dari AI sebelum menjalankan tugas tertentu.

Ketika sebuah role ditentukan, pengguna sebenarnya sedang mengarahkan sudut pandang analisis yang akan digunakan sistem dalam menjawab pertanyaan.

AI tidak berubah menjadi sosok tersebut, tetapi menyesuaikan gaya berpikir, bahasa, dan pendekatan sesuai peran yang diminta.

Beberapa contoh role yang umum digunakan antara lain sebagai ustadz, ahli tafsir, akademisi pendidikan Islam, peneliti hadis, copywriter dakwah, guru bahasa Arab, hingga editor kitab.

Setiap role menghasilkan pendekatan jawaban yang berbeda. Role ustadz cenderung bernuansa nasihat dan penyampaian lisan, sedangkan role akademisi lebih sistematis dan analitis.

Dengan demikian, fungsi utama role adalah mengubah perspektif analisis AI agar selaras dengan kebutuhan pengguna. Tanpa penentuan peran yang jelas, jawaban yang dihasilkan biasanya bersifat umum dan kurang fokus.

Task (Tugas)

Task merupakan pekerjaan spesifik yang diminta untuk dikerjakan oleh AI.

Jika role menentukan siapa yang bekerja, maka task menjelaskan pekerjaan apa yang harus dilakukan.

Kejelasan task sangat menentukan kualitas hasil akhir, karena AI merespons berdasarkan detail instruksi yang diberikan.

Contoh task yang sering digunakan antara lain membuat draft kajian, menganalisis ayat, merangkum isi kitab, menyusun outline ceramah, atau menjelaskan kaidah nahwu dan shorof.
15 Contoh Prompt Untuk Gemini AI & ChatGPT AI Untuk Dakwah
Semakin rinci penjelasan tugas yang diberikan, semakin presisi pula hasil yang dihasilkan.

Instruksi yang terlalu umum biasanya menghasilkan jawaban yang luas namun kurang mendalam.

Karena itu, pengguna dianjurkan menjelaskan konteks tugas secara spesifik, termasuk tema, tujuan pembahasan, serta tingkat kedalaman yang diinginkan.

Format (Bentuk Output)

Format adalah bentuk keluaran yang diharapkan dari AI. Banyak pengguna melewatkan bagian ini, padahal format berperan besar dalam menentukan kegunaan hasil. AI dapat menghasilkan informasi yang sama dalam berbagai bentuk penyajian, tergantung permintaan pengguna.

Beberapa contoh format yang dapat diminta antara lain teks ceramah naratif, outline poin, tabel ringkasan, naskah video, slide presentasi, maupun analisis akademik.

Dengan menentukan format sejak awal, hasil yang diperoleh akan lebih siap digunakan tanpa perlu banyak penyuntingan ulang.

Kesalahan yang sering terjadi pada pengguna pemula adalah meminta hasil yang baik tanpa menjelaskan bentuk keluaran yang diinginkan.

Akibatnya, jawaban yang dihasilkan sering tidak sesuai kebutuhan praktis. Menentukan format sejak awal membantu AI memahami bagaimana informasi harus disusun dan disajikan.

Memahami prinsip role, task, dan format menjadikan penggunaan AI lebih terarah dan efektif.

Ketiganya membentuk kerangka komunikasi yang jelas antara manusia dan teknologi, sehingga AI dapat berfungsi sebagai alat bantu berpikir yang benar benar mendukung proses belajar, riset, dan aktivitas dakwah secara produktif.

Struktur Konten Dakwah: Hook, Story, dan Offer

Dalam perkembangan komunikasi modern, penyampaian dakwah tidak hanya bergantung pada kedalaman materi, tetapi juga pada cara penyusunan pesan.

Sejak dahulu para ulama telah menggunakan metode penyampaian yang sistematis agar pesan mudah diterima dan membekas dalam hati pendengar.

Pada konteks hari ini, prinsip tersebut dapat dirumuskan dalam struktur komunikasi yang sederhana namun efektif, yaitu hook, story, dan offer.

Struktur ini membantu materi dakwah tersampaikan secara runtut, menarik, serta mendorong perubahan nyata pada audiens.

Hook (Pembuka Pemancing)

Hook adalah bagian pembuka yang berfungsi menarik perhatian sejak awal penyampaian.

Dalam praktik komunikasi, perhatian audiens biasanya terbentuk dalam 10 sampai 30 detik pertama.

Jika pembukaan terasa datar, pendengar cenderung kehilangan fokus sebelum pesan utama tersampaikan.

Karena itu, pembuka kajian perlu dirancang agar relevan, menggugah rasa ingin tahu, dan dekat dengan realitas kehidupan.

Hook dapat disampaikan melalui berbagai pendekatan, seperti pertanyaan retoris yang mengajak pendengar merenung, data atau fakta yang mengejutkan, kisah nyata yang menyentuh, fenomena sosial yang sedang terjadi, ayat Al Quran yang menggugah kesadaran, testimoni pengalaman, ataupun problem keseharian yang mudah dirasakan bersama.

Salah satu contoh sederhana adalah pertanyaan reflektif seperti, “Pernahkah kita berpuasa, tetapi perubahan akhlak tidak terasa?”

Kalimat semacam ini membuka ruang perenungan sebelum materi utama dimulai.

Story (Isi Kajian)

Setelah perhatian audiens terbentuk, bagian berikutnya adalah story, yaitu isi kajian yang menjadi inti pembahasan.

Penyusunan dapat menggunakan beberapa pola berpikir, seperti pendekatan deduktif yang bergerak dari konsep umum menuju contoh khusus, pendekatan induktif yang dimulai dari contoh nyata lalu ditarik kesimpulan, atau kombinasi keduanya sesuai kebutuhan tema.

Isi kajian umumnya mencakup penjelasan konsep utama, penyertaan dalil Al Quran, hadis yang relevan, penjelasan ulama sebagai penguat pemahaman, serta pengaitan materi dengan realitas kehidupan sehari hari.

Keseimbangan antara dalil dan konteks kehidupan menjadikan dakwah tidak hanya informatif, tetapi juga aplikatif dan mudah dirasakan manfaatnya oleh pendengar.

Offer atau Action (Ajakan Tindakan)

Bagian penutup dalam dakwah tidak berhenti pada kesimpulan semata, melainkan perlu menghadirkan arah tindakan yang jelas. Offer atau action adalah ajakan konkret agar materi yang disampaikan tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi berlanjut menjadi amal nyata.

Ajakan ini dapat berupa langkah sederhana seperti mengamalkan tiga kebiasaan baru mulai hari ini, melakukan evaluasi diri pada malam hari, atau mempersiapkan diri untuk pembahasan lanjutan pada pertemuan berikutnya.

Penutup yang mengandung tindakan membantu pendengar membawa pulang pelajaran praktis yang dapat langsung diterapkan dalam kehidupan.

Dengan struktur hook, story, dan offer, dakwah tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membangun keterlibatan emosional, pemahaman intelektual, serta dorongan perubahan perilaku. Tujuan akhirnya adalah agar kajian menghadirkan transformasi, bukan sekadar menambah pengetahuan.

Teknik Prompt Bertahap

Kualitas hasil yang diberikan AI sangat bergantung pada kualitas instruksi yang diberikan pengguna.

Semakin jelas dan terstruktur perintah yang disampaikan, semakin presisi pula hasil yang dihasilkan.

Karena itu, proses belajar menggunakan AI sebaiknya dilakukan secara bertahap, mulai dari instruksi sederhana hingga level pengkajian yang lebih mendalam.

Berikut contoh perkembangan prompt secara progresif yang dapat langsung dipraktikkan.

Setiap contoh ditulis dalam format preformatted agar mudah disalin dan digunakan kembali.

Tahap 1. Prompt Dasar (Role Saja)

Kamu adalah seorang ustadz.
Buatkan materi kajian tentang keutamaan berbuka puasa.

Tahap 2. Tambah Task dan Audiens

Kamu seorang ustadz.
Buat materi kajian tentang keutamaan berbuka puasa
untuk jamaah usia 25 sampai 40 tahun
dengan bahasa ringan dan mudah dipahami.

Tahap 3. Tambah Struktur Kajian

Kamu seorang ustadz lulusan S3 Studi Islam.
Buat draft kajian dengan struktur:

1. Pembuka salam
2. Hook berbasis fenomena masyarakat
3. Isi kajian
4. Penutup berisi ajakan amal

Tahap 4. Tambah Durasi

Buat kajian durasi 7 menit.
Buat kajian durasi 60 menit dengan pembahasan mendalam.

Tahap 5. Standar Dalil Ilmiah

Tampilkan minimal 5 ayat Al-Quran dan 3 hadis sahih yang relevan.
Sertakan:
- teks Arab berharakat
- transliterasi
- terjemahan
- sumber ayat dan hadis

Tahap 6. Level Pengkajian Tinggi

Setiap ayat dan hadis dipecah per kalimat.
Jelaskan makna tiap potongan kalimat.
Tambahkan analisis nahwu dan shorof secara ringkas.

Tahap 7. Output Siap Pakai Dakwah

Kamu seorang ustadz dan peneliti studi Islam.
Buat draft kajian tema berbuka puasa dengan ketentuan:

- Awali salam
- Gunakan hook berbasis kejadian nyata
- Durasi 20 menit
- Target audiens keluarga muda
- Sertakan 5 ayat dan 5 hadis lengkap Arab berharakat
- Pecah kalimat dalil dan jelaskan maknanya
- Akhiri dengan 7 pelajaran praktis
- Tutup dengan call to action
- Tambahkan referensi kitab klasik beserta nama kitab

Mau lebih dalam dan detail?

15 Contoh Prompt Untuk Gemini Ai & Chat GPT Untuk Dakwah

Agar langsung bisa dirasakan, kita coba saja bertahap implementasinya ya.

========================================
PAKET CONTOH PROMPT DAKWAH
LEVEL PEMULA SAMPAI ADVANCE
(Pelatihan Penggunaan ChatGPT untuk Santri)
========================================


LEVEL 1. PEMULA (ROLE SAJA)
Tujuan:
Santri memahami bahwa AI bisa diberi peran tertentu.

Prompt:
Kamu adalah seorang ustadz. Buatkan materi kajian tentang keutamaan sedekah.


--------------------------------------------------

LEVEL 2. PEMULA PLUS (ROLE + TEMA LEBIH JELAS)
Tujuan:
Santri mulai belajar memperjelas topik.

Prompt:
Kamu adalah seorang ustadz. Buatkan materi kajian tentang keutamaan sedekah di bulan Ramadhan.


--------------------------------------------------

LEVEL 3. DASAR TERSTRUKTUR (ROLE + AUDIENS)
Tujuan:
Santri memahami pentingnya menentukan target pendengar.

Prompt:
Kamu adalah seorang ustadz. Buat materi kajian tentang sedekah untuk jamaah usia 20 sampai 35 tahun dengan bahasa ringan dan mudah dipahami.


--------------------------------------------------

LEVEL 4. STRUKTUR DAKWAH (HOOK STORY PENUTUP)
Tujuan:
Santri memahami struktur komunikasi dakwah.

Prompt:
Kamu adalah seorang ustadz. Buat draft kajian dengan struktur:
1. Pembuka salam.
2. Hook menarik berbasis kejadian sehari hari.
3. Isi kajian.
4. Penutup berisi ajakan amal.
Tema kajian: keutamaan sedekah.


--------------------------------------------------

LEVEL 5. KONTROL DURASI
Tujuan:
Santri belajar mengendalikan panjang materi.

Prompt:
Kamu adalah seorang ustadz. Buat materi kajian tentang sedekah dengan durasi penyampaian sekitar 7 menit.
Gunakan bahasa sederhana dan mudah disampaikan secara lisan.


--------------------------------------------------

LEVEL 6. TAMBAH DALIL QURAN
Tujuan:
Santri mulai menggunakan AI untuk pencarian dalil.

Prompt:
Kamu adalah seorang ustadz. Buat materi kajian tentang sedekah.
Sertakan minimal 3 ayat Al Quran yang relevan lengkap dengan:
- teks Arab berharakat
- transliterasi
- terjemahan
- keterangan surah dan ayat.


--------------------------------------------------

LEVEL 7. TAMBAH HADIS
Tujuan:
Santri memahami integrasi Quran dan hadis.

Prompt:
Kamu adalah seorang ustadz. Buat materi kajian tentang sedekah.
Sertakan:
- minimal 3 ayat Al Quran
- minimal 3 hadis sahih
Tampilkan Arab berharakat, transliterasi, terjemahan, serta sumber hadis.


--------------------------------------------------

LEVEL 8. FORMAT PENGAJARAN LISAN
Tujuan:
Materi siap dibacakan saat kajian.

Prompt:
Kamu adalah ustadz yang terbiasa ceramah langsung di majelis taklim.
Buat materi kajian sedekah dengan gaya bahasa lisan.
Setiap dalil dipecah per kalimat agar mudah dibaca dan dijelaskan.


--------------------------------------------------

LEVEL 9. PENJELASAN PER POTONGAN DALIL
Tujuan:
Santri belajar metode tafsir sederhana.

Prompt:
Kamu adalah ustadz dan pengajar tafsir.
Buat kajian tentang sedekah.
Setiap ayat dan hadis:
- dipecah per potongan kalimat
- jelaskan makna tiap potongan secara sederhana.


--------------------------------------------------

LEVEL 10. LEVEL PENGKAJIAN (NAHWU SHOROF DASAR)
Tujuan:
Menggunakan AI untuk analisis bahasa Arab.

Prompt:
Kamu adalah ustadz dan ahli bahasa Arab.
Buat kajian sedekah.
Untuk setiap ayat:
- tampilkan teks Arab berharakat
- jelaskan arti kata per kata
- tambahkan analisis nahwu dan shorof ringkas.


--------------------------------------------------

LEVEL 11. STRUKTUR KAJIAN LENGKAP
Tujuan:
Output siap digunakan sebagai naskah dakwah.

Prompt:
Kamu adalah ustadz lulusan S3 Studi Islam.
Buat draft kajian tema sedekah dengan aturan:
1. Awali dengan salam.
2. Gunakan hook berbasis fenomena masyarakat.
3. Isi kajian sistematis.
4. Sertakan 5 ayat Quran dan 5 hadis sahih.
5. Dalil lengkap Arab berharakat dan terjemahan.
6. Setiap dalil dijelaskan bertahap.
7. Tutup dengan 10 pelajaran praktis.


--------------------------------------------------

LEVEL 12. KONTROL AUDIENS DAN GAYA
Tujuan:
Santri memahami adaptasi dakwah.

Prompt:
Kamu adalah ustadz pembina remaja masjid.
Buat kajian sedekah untuk audiens remaja usia 15 sampai 22 tahun.
Gunakan bahasa ringan, analogi kehidupan anak muda, dan contoh nyata.


--------------------------------------------------

LEVEL 13. ADVANCE DAKWAH SYSTEM
Tujuan:
Santri memahami prompt profesional.

Prompt:
Kamu adalah ustadz, peneliti studi Islam, dan pembicara publik.
Buat draft kajian tema sedekah dengan ketentuan:
- pembuka salam
- hook berbasis data sosial atau fenomena nyata
- struktur hook, pembahasan, refleksi, action
- durasi 20 menit
- target audiens keluarga muda
- sertakan 5 ayat Quran dan 5 hadis sahih
- Arab berharakat, transliterasi, dan terjemahan
- pecah kalimat dalil dan jelaskan maknanya
- berikan 7 action praktis
- tutup dengan ajakan amal.


--------------------------------------------------

LEVEL 14. ADVANCE RESEARCH MODE
Tujuan:
Menggabungkan dakwah dan literatur ilmiah.

Prompt:
Kamu adalah ustadz sekaligus peneliti akademik Islam.
Buat kajian tentang sedekah dengan pendekatan ilmiah.
Tambahkan:
- rujukan kitab tafsir klasik
- rujukan kitab hadis
- nama kitab dan ulama penulis
- jelaskan relevansi dengan kehidupan modern.


--------------------------------------------------

LEVEL 15. MASTER LEVEL (PROMPT PROFESIONAL LENGKAP)
Tujuan:
Santri mampu mengontrol AI secara penuh.

Prompt:
Kamu adalah ustadz, ahli tafsir, dan dosen studi Islam.
Buat draft kajian tema sedekah dengan standar berikut:

Struktur:
1. Salam pembuka.
2. Hook kuat berbasis realita masyarakat.
3. Pengantar masalah.
4. Pembahasan utama bertahap.
5. Dalil Quran minimal 5 ayat.
6. Hadis sahih minimal 5 hadis.
7. Arab berharakat lengkap.
8. Translitrasi dan terjemahan.
9. Pecah kalimat dalil dan jelaskan maknanya.
10. Tambahkan analisis bahasa Arab ringkas.
11. Ambil 10 pelajaran utama beserta uraian.
12. Call to action praktis.
13. Penutup doa.
14. Cantumkan referensi kitab tafsir dan hadis.


========================================
AKHIR PAKET PROMPT
========================================

Promptnya Bisa Lebih Praktis?

Bisa, coba kita susun resume jadi satu, sehingga antum tinggal kasih topik saja ya, atau fotokan ayat maupun hadistnya.

PROMPT MASTER SIAP PAKAI

Kamu adalah ustadz, peneliti studi Islam, ahli tafsir, dan pengajar bahasa Arab.
Tugasmu menyusun draft kajian dakwah profesional berdasarkan TOPIK atau DALIL yang saya berikan.

IKUTI ATURAN WAJIB BERIKUT:

A. STRUKTUR KAJIAN
1. Awali dengan salam pembuka.
2. Buat hook kuat berbasis fenomena nyata, pertanyaan reflektif, atau realita masyarakat.
3. Susun pembahasan secara sistematis dan mudah disampaikan secara lisan.
4. Gunakan pola: hook → penjelasan → dalil → refleksi → action.
5. Akhiri dengan call to action dan doa penutup.

B. STANDAR DALIL (WAJIB AKURAT)
1. Sertakan minimal 5 ayat Al Quran yang relevan.
2. Sertakan minimal 5 hadis sahih yang relevan.
3. Semua ayat wajib:
   - teks Arab lengkap berharakat
   - nama surah dan nomor ayat
   - transliterasi
   - terjemahan bahasa Indonesia yang benar.
4. Semua hadis wajib:
   - teks Arab berharakat
   - transliterasi
   - terjemahan
   - perawi hadis (HR.)
   - keterangan derajat hadis bila tersedia.

C. MULTI CEK DAN RICEK (SANGAT WAJIB)
1. Periksa ulang kesesuaian ayat dengan terjemahannya.
2. Pastikan harakat Arab benar dan tidak terpotong.
3. Pastikan nomor ayat sesuai dengan isi ayat.
4. Pastikan hadis tidak tertukar dengan riwayat lain.
5. Jika ragu terhadap dalil, lakukan koreksi sebelum ditampilkan.
6. Tidak boleh ada ayat atau hadis yang salah. Nol toleransi kesalahan.

D. METODE PENJELASAN
1. Pecah setiap ayat dan hadis per potongan kalimat.
2. Jelaskan makna tiap potongan secara sederhana.
3. Tambahkan penjelasan bahasa Arab ringkas bila relevan.
4. Hubungkan makna dalil dengan kehidupan modern.

E. OUTPUT KAJIAN
1. Gunakan gaya bahasa dakwah yang hangat dan jelas.
2. Target audiens umum umat muslim.
3. Durasi kajian sekitar 20 menit.
4. Ambil minimal 10 pelajaran praktis lengkap dengan uraian.
5. Berikan 7 langkah amal yang bisa langsung dilakukan.

F. REFERENSI ILMIAH
1. Tambahkan rujukan kitab tafsir klasik.
2. Tambahkan rujukan kitab hadis atau syarah.
3. Cantumkan nama kitab dan ulama penulis.

Jika saya mengirim foto ayat atau hadis:
- identifikasi teksnya terlebih dahulu,
- validasi kebenarannya,
- lalu bangun kajian berdasarkan dalil tersebut.

Mulai susun kajian sekarang.

Tentu kamu bisa memodif sendiri supaya dapat hasil lebih maksimal. Gaya penyampaian ustadz kan beda beda. Ini sekedar referensi saja.

Adab Ilmiah Penggunaan AI

Pemanfaatan AI tetap harus diiringi dengan adab ilmiah agar pengguna tidak bergantung secara mutlak kepada teknologi.

AI berfungsi sebagai alat bantu pencarian awal, bukan sumber otoritatif dalam penetapan dalil.

Beberapa prinsip penting yang perlu dijaga:

  • AI bukan sumber dalil.
  • AI hanya alat bantu eksplorasi awal.
  • Dalil tetap harus diverifikasi pada sumber asli.

Verifikasi dianjurkan dilakukan dengan merujuk langsung kepada:

  • Mushaf Al Quran.
  • Kitab hadis.
  • Kitab syarah atau penjelasan ulama.

Membiasakan pengecekan minimal pada dua sumber membantu menjaga akurasi ilmu sekaligus mempertahankan tradisi keilmuan Islam. Teknologi dapat mempercepat proses pencarian, tetapi rujukan ilmu tetap kembali kepada para ulama dan literatur yang sahih.

Masih belum paham Juga?

Private Optimasi Penggunaan AI untuk Ceramah dan Kajian Islam dengan Coach Anjrah.

Daftar saja klik tombol Chat Whatsapp berikut ini (berbayar ya):

nomor whatsapp otomatis

Semoga Manfaat

Anjrah Ari Susanto, S. Psi.

Recommended Posts

No comment yet, add your voice below!


Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *