Kiat Hardening Keamanan VPS untuk Hermes AI Agent

Kiat Hardening Keamanan VPS untuk Hermes AI Agent

Ketika membangun VPS khusus untuk AI Agent seperti Hermes, banyak orang langsung fokus pada kemampuan AI, integrasi LLM, atau otomatisasi DevOps.

Padahal sebelum itu, ada satu hal yang jauh lebih penting, yaitu keamanan server.

Hermes sering digunakan sebagai pusat operasi untuk mengelola server lain.

Dalam praktiknya, Hermes dapat menyimpan API key, token akses, workflow otomatisasi, hingga kredensial infrastruktur.

Karena itu, jika VPS Hermes berhasil diambil alih pihak lain, dampaknya bisa jauh lebih besar dibanding sekadar website biasa yang diretas.

Continue reading

Gabriel Rey, Saham AS untuk Jangka Panjang di Era AI

Gabriel Rey, Prediksi Saham Yang Bagus Jangka Panjang di Era AI

Belakangan ini saya cukup sering menyimak berbagai diskusi tentang AI, baik dari sisi teknologi maupun investasi.

Salah satu video yang menarik perhatian saya adalah pembahasan Gabriel Rey, dia CEO and Founder of @trivindo One of the oldest and largest crypto exchange in Indonesia since 2015, mengenai bagaimana revolusi AI tidak hanya menciptakan peluang bisnis baru, tetapi juga membuka peluang investasi di pasar saham Amerika.

Artikel ini bukan rekomendasi investasi dan bukan financial advice.

Anggap saja sebagai catatan belajar setelah menyimak video Gabriel Rey dan mencoba memahami bagaimana ekosistem AI bekerja dari hulu sampai hilir.

Yang menarik, banyak orang mengira investasi AI hanya berarti membeli saham perusahaan pembuat chatbot seperti ChatGPT. Padahal kenyataannya jauh lebih luas. Industri AI terdiri dari beberapa lapisan yang saling terhubung dan masing-masing memiliki peluang tersendiri.

Kalau AI benar-benar menjadi salah satu revolusi teknologi terbesar dalam satu dekade ke depan, maka potensi pertumbuhan tidak hanya dinikmati pembuat aplikasi AI, tetapi juga perusahaan chip, cloud, data center, hingga penyedia energi.

Continue reading

Cara Membuat PRD Sebelum Vibecoding Coding Pakai AI

Cara Membuat PRD Sebelum Vibecoding Coding Pakai AI Ya

Kenapa penting kita bahas Cara Membuat PRD Sebelum Vibecoding Coding Pakai AI ?

Banyak orang mulai membuat aplikasi menggunakan AI dengan cara yang sama.

Mereka membuka Cursor, Windsurf, Claude Code, OpenCode, atau GitHub Copilot.

Lalu mengetik satu kalimat sederhana seperti: “Buatkan aplikasi pendaftaran santri” atau “Buatkan aplikasi reminder pelanggan.”

Beberapa menit kemudian AI menghasilkan ribuan baris kode.

Tampak mengesankan.

Namun setelah dicoba, muncul berbagai masalah.

Database berantakan, fitur tidak sesuai kebutuhan, halaman terlalu banyak, dan alur kerja tidak cocok dengan kondisi lapangan.

Masalahnya bukan karena AI bodoh.

Masalahnya karena AI tidak diberi arah yang jelas.

Continue reading

Apa Itu OpenCode? Cara Install dan Menggunakannya di Windows

Apa Itu OpenCode Cara Install dan Menggunakannya di Windows

Apa Itu OpenCode? Beberapa bulan terakhir saya cukup sering mencoba berbagai AI coding tools.

Awalnya saya banyak menggunakan Visual Studio Code dengan berbagai extension AI. Memang membantu, tetapi semakin lama saya merasa alurnya terlalu sering terputus. Sedikit-sedikit muncul permintaan approval. Sedikit-sedikit harus klik konfirmasi.

Untuk sebagian orang mungkin tidak masalah, tetapi saya justru mencari AI yang bisa bekerja lebih otonom.

Sebagai orang yang lebih banyak bergerak di dunia bisnis, digital marketing, dan pengembangan produk dibanding programmer profesional, saya juga memiliki kebutuhan yang berbeda.

Saya ingin bisa membangun aplikasi, melakukan eksperimen, dan membuat prototype dengan cepat menggunakan pendekatan vibe coding.Continue reading

WebP Converter Gratis untuk Salespage, Blog, dan Toko Online

WebP Converter Gratis untuk Salespage, Blog, dan Toko Online

Kalau Anda sering mengelola website, salespage, toko online, atau blog, pasti pernah menghadapi masalah yang sama dengan saya.

Gambarnya bagus, tetapi ukuran filenya besar.

Akibatnya website menjadi lambat, skor PageSpeed turun, dan pengalaman pengunjung ikut terganggu.

Dulu solusi yang sering saya pakai adalah mengompres file JPG atau PNG menggunakan layanan seperti ShortPixel.

Cukup membantu pada masanya.

Namun seiring perkembangan teknologi web, kebutuhan tidak lagi sekadar mengurangi ukuran file. Kita mulai beralih ke format gambar yang lebih efisien, yaitu WebP.

Karena itulah saya membuat proyek kecil hasil ngoding dan vibecoding saya sendiri, yaitu webp.khesia.com.

Inspirasinya datang dari CloudConvert WebP Converter. Bedanya, saya ingin membuat versi yang lebih sederhana.

Tidak banyak menu, tidak banyak pengaturan yang membingungkan.

Upload gambar, lalu sistem akan mengubahnya menjadi WebP secara otomatis.

Continue reading