Kalau Anda sering mengelola website, salespage, toko online, atau blog, pasti pernah menghadapi masalah yang sama dengan saya.
Gambarnya bagus, tetapi ukuran filenya besar.
Akibatnya website menjadi lambat, skor PageSpeed turun, dan pengalaman pengunjung ikut terganggu.
Dulu solusi yang sering saya pakai adalah mengompres file JPG atau PNG menggunakan layanan seperti ShortPixel.
Cukup membantu pada masanya.
Namun seiring perkembangan teknologi web, kebutuhan tidak lagi sekadar mengurangi ukuran file. Kita mulai beralih ke format gambar yang lebih efisien, yaitu WebP.
Karena itulah saya membuat proyek kecil hasil ngoding dan vibecoding saya sendiri, yaitu webp.khesia.com.
Inspirasinya datang dari CloudConvert WebP Converter. Bedanya, saya ingin membuat versi yang lebih sederhana.
Tidak banyak menu, tidak banyak pengaturan yang membingungkan.
Upload gambar, lalu sistem akan mengubahnya menjadi WebP secara otomatis.
