8 Profil Kepribadian yang Harus Dimiliki Seorang Pengusaha Muslim Online / Offline

Anjrahweb.Com – Siang tadi, saya kedatangan tamu. Dia ajak saya bincang banyak bab entrepreneurship. Sampai pada akhirnya, dia bertanya kurang lebih, “Kepribadian yang Harus Dimiliki Seorang Pengusaha agar bisnisnya sukses itu seperti apa?”. Sebuah pertanyaan berat, berbobot, namun fundamental agar kita bisa tahu jawabannya.

Saya menjawab tidak pakai teori, tidak pakai banyak rumus rumus yang aneh aneh. Prinsip, kalau saya pribadi. Profil kepribadian pebisnis yang sukses, ya kembali ke Rasulullah. Kembali ke Al Quran dan Sunnah. Baik dia seorang muslim / non muslim.

Al Quran dan As Sunnah sudah memberikan gambaran profil kepribadian terbaik. Jelas memang tidak spesifik dikatakan Kepribadian yang Harus Dimiliki Seorang Pengusaha gitu, tapi profil jadi manusia terbaik di muka bumi juga di akhirat, Quran dan Sunnah sudah kasih gambaran.

Apa saja Profil Kepribadian yang Harus Dimiliki Seorang Pengusaha Sukses itu?

Baik, kita coba uraikan satu satu ya. Lengkapnya saya sih lupa tadi apa saja urutan yang saya sampaikan kepadanya. Tetapi ya Semoga ciri dan prinsip menjadi pengusaha sukses berikut ini benar benar mewakili ya.

Pertama, Berorientasi akhirat. Bisnis tidak menjadikan dia jalankan segala sesuatunya penting berhasil dan banyak harta. Tapi, dia timbang. Kalau saya ambil keputusan ini dalam bisnis saya, saya mendekat ke syurga / ke neraka?

Dua, Jujur dan Amanah. Anda bisa lihat hadist berikut ini:

8 Kepribadian yang Harus Dimiliki Seorang Pengusaha Muslim

Ya, mereka mereka, pedagang yang jujur lagi terpercaya akan dibangkitkan di hari kiamat bersama para nabi shiddiqin dan syuhada. Siapa sih yang enggak mau dapat kemuliaan seperti di atas?

Berdagang dijadikan sarana olehnya supaya mendapatkan kedudukan yang utama nanti di hari kiamat.

Maka, dia nggak akan nipu orang dalam jualan. Ada cacat disampaikan, ada kelebihan ada kekurangan disampaikan secara jujur, apa adanya. Kalau diberikan amanah, ya benar benar dia bisa dipercaya.

Tiga, Bisnis tidak menjadikan dirinya lupa beribadah. Dia tahu siapa yang jadi TRUE BIG BOSS yang harus disegani dan dihormati. Allah subhanahu wata’ala yang menjadi bosnya para bos, harus diutamakan atas segala sesuatu.

Allah sudah berfirman:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. (QS Adz Dzariyat: 56)

Bisnis jadi ibadah melatih pengusaha sadar, bahwa segala apa yang dia lakukan ada yang mencatat. Ada yang memperhatikan dan nanti dilaporkan pada Allah.

Maka, harus mempergunakan sebaik baik waktunya sebagai sarana ibadah. Ada adzan, ya masuk ke masjid. Ambil air wudhu, ibadah. Jangan menunda nunda. Tertib, jadikan kualitas tepat waktu beribadah sebagai mental harian.

Yang mana, dari buah ketertiban jalankan ibadah itu juga jadikan dirinya bisa tepat waktu ketika ada janji dengan klien dan sebagainya.

Empat, Berbisnis dan Hidup untuk menolong agama Allah. Bukankah Allah sudah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ

Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (QS Muhammad Ayat 7).

Bonusnya apa? Ketika kita bangun bisnis, kita niatkan untuk menolong Agama Allah. Allah menolong kita, bisnis kita, bahkan Allah akan teguhkan bisnis kita.

Ya Sunnatullahnya tetap di jalankan, urus bisnis yang betul, pahami marketing ya pas, dan atur uangnya sebaik baiknya.

Lima, Taqwa sebagai kualitas harian. Bukan cuman dibulan ramadhan aja. Apa pas lagi butuh bantuan Allah saja. Tapi, sebagai kualitas harian kita.

Allah sudah berfirman:

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا

Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. (QS At Thalaq: 2)

Pada ayat ketiganya:

وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ

Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya (QS At Thalaq: 3)

Lalu di ayat ke empat:

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا

Dan barang -siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya (QS At Thalaq: 4).

Enam, Beraqidah dan menjaga Aqidah dengan lurus, jauhi syirik dan segala pembatal iman.

Berapa banyak orang yang bisnis, namun gara gara bisnisnya dia malah jatuh ke dalam kesyirikan.

  • Dia main dukun
  • Main Jimat
  • Penglaris
  • Menyembah Kuburan
  • Pasang tumbal
  • Serta aneka ritual kesyirikan lain dia lakukan. Naudzubillah, Bisnis malah jadikan dia jauh dari Allah serta lebih dekat kepada syetan.

Gara gara bisnis, dia jatuh ke kesyirikan sehingga Allah hapus amalan amalan dia. Allah sudah berfirman:

وَلَوْ أَشْرَكُوا لَحَبِطَ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan. (QS Al An’am :88)

Syirik menyebabkan dia terseret masuk neraka, Allah katakan:

وَمَنْ جَاءَ بِالسَّيِّئَةِ فَكُبَّتْ وُجُوهُهُمْ فِي النَّارِ هَلْ تُجْزَوْنَ إِلَّا مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

Dan barang siapa yang membawa kejahatan (yakni Kemusyrikan), maka disungkurkanlah muka mereka ke dalam neraka. Tiadalah kamu dibalasi, melainkan (setimpal) dengan apa yang dahulu kamu kerjakan. (QS An Naml:90)

Dan sungguh, bermain main kesyirikan bukan bikin bisnis dia tenang, malah resah. ‘Uqbah bin ‘Amir radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah  Shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda, “Barangsiapa yang mengenakan jimat, maka Allah ta’ala tidak akan menyempurnakan hajatnya, dan barangsiapa mengenakan wada’ah (jimat) maka Allah ta’ala tidak akan memberikan ketenangan kepadanya” (HR Ahmad no 17404, Syaikh Syu’aib Al Arnauth berkata, “Hadist Hasan”.)

Tujuh, Profesional dan Sungguh Sungguh. Sahabat AnjrahWeb.com, seorang muslim haruslah ia seorang yang sungguh sungguh dan profesional dalam berbisnis / juga berkarir.

Sebab, Allah katakan:

وَأَنْ لَيْسَ لِلْإِنْسَانِ إِلَّا مَا سَعَىٰ

dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya, (QS An Najm: 39)

Harus serius, betul betul mengusahakan yang terbaik, sempurnakan ikhtiar baik mulai dari Planning, Do, Check, dan Act (tindak lanjuti).

Hadist nabi,

عَنْ شَدَّادِ بْنِ أَوْسٍ، قَالَ ثِنْتَانِ حَفِظْتُهُمَا عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: إِنَّ اللهَ كَتَبَ الْإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ، فَإِذَا قَتَلْتُمْ فَأَحْسِنُوا الْقِتْلَةَ، وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوا الذَّبْحَ، وَلْيُحِدَّ أَحَدُكُمْ شَفْرَتَهُ، فَلْيُرِحْ ذَبِيحَتَهُ

Dari Abu Al Asy’ats dari Syaddad bin Aus dia berkata, “Dua perkara yang selalu saya ingat dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah telah mewajibkan supaya selalu bersikap baik terhadap setiap sesuatu, oleh karena itu apabila salah seorang kalian hendak membunuh, maka bunuhlah dengan cara yang terbaik. Dan hendaklah salah seorang di antara kalian menajamkan mata pisaunya dan membuat nyaman hewan sembelihannya.”

عَنْ عَائِشَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: إن اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يُحِبُّ إِذَا عَمِلَ أَحَدُكُمْ عَمَلًا أَنْ يُتْقِنَهُ

Dari Aisyah رضي الله عنها , bersabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam: “Allah ʽazza wa jalla menyukai jika salah seorang di antara kalian melakukan suatu amal secara itqan.”

Hadits pertama diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam  Sahîh Muslim, Kitab al-Saidu wa al-Dzibâhu wa Mâ Yu’kalu Min al-Hayawâni, No. 1955. Hadits kedua diriwayatkan oleh Imam AtTabrânî, dalam al-Muʽjam al-Awsat, No. 897, dan Imam Baihaqi dalam Sya’bu al-Îmân, No. 5312.

Maka tentunya, usaha yang disempurnakan juga harus di iringi dengan doa. Memohon pertolongan kepada Allah subhanahu wata’ala.

Delapan, Fokus menebar kebaikan kepada sesama. Tak ada pebisnis besar yang materi minded. Tetapi, mereka ‘berbuat sesuatu/ berbuat kebaikan’ pada sesama.

Ketika sudah berbuat baik, demikian besar manfaat yang dirasakan oleh orang lain yang menjadi konsumennya, Allah kasih rejeki yang lebih bagi bisnis / pemilik bisnisnya.

Karena, Allah sudah garansi:

هَلْ جَزَاءُ الْإِحْسَانِ إِلَّا الْإِحْسَانُ

Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula). (QS. Ar Rahman : 60).

Pebisnis yang besar, serius membangun value atas bisnis maupun produknya. Semakin besar value yang dikasih, semakin besar pula bisnisnya itu.

Semakin miskin ‘kandungan kebaikan’ ya tentu saja, secara sunnatullah itu bisnis susah besar, susah berkembang.

La mas Anjrah, kok Bau Spiritual Semua?

Ya karena itu yang terjadi. Mau dibahasakan dengan bahasa lain, aslinya prinsip Kepribadian yang Harus Dimiliki Seorang Pengusahanya yang menjadi pondasi suksesnya, Al Quran dan Al Hadist sudah lebih dulu jelaskan.

Profil kepribadian lain seperti:

  1. Harus ulet
  2. Pantang menyerah
  3. Tekad kuat
  4. Hebat dalam menahan diri dari bersenang senang
  5. Mau belajar, invest leher ke atas
  6. Menghargai waktu
  7. Bangun tim yang solid
  8. Skill komunikasi yang baik
  9. Leadership
  10. Bisa manajerial
  11. Paham pengaturan keuangan
  12. Bukan pribadi penunda nunda, fokus pada memperbanyak praktek dan lain sebagainya.

Itu semua juga benar. Tapi, bagi saya pribadi, utamanya seorang muslim. Setidaknya minim lah punya 8 Profil Kepribadian yang Harus Dimiliki Seorang Pengusaha Muslim yang sudah saya terangkan di atas.

Oke, ada manfaat? Ingat sharekan ke temen temenmu ya. Yuk berlomba dapat amal jariyahnya ini :). Ada yang di diskusikan? Ada kesan habis baca ini? Tulis di komentar …

2 Comments

Apa Pertanyaan/ Komentar/ Saran Positifmu?

Your email address will not be published. Required fields are marked *