6 Contoh Kata Kata Follow Up Customer Lewat Whatsapp Email Telepon Anti Galau "Selling to a new client cost five to 25 times more than to an existing client"

Anjrahweb.Com – Baik, hari ini kita akan belajar Contoh Kata Kata Follow Up Customer Lewat Whatsapp Email Telepon. Bisa dipakai ke banyak media komunikasi karena prinsipnya tetap sama.

Memang sih, Kalau kita berbicara teknik closing sales yang jitu, pasti tidak akan lepas dari bagaimana cara melakukan followup kepada calon customer maupun customer kita. Karena demikian pentingnya follow up dalam penjualan dimana sebagian besar calon clien tidak langsung closing di awal ketemu.

Sejumlah ahli pemasaran bahkan merekomendasikan, follow up itu bukan sekali dua kali kontak. Namun di katakan followup itu kalau kita sudah melakukannya minimal 12 x ke 1 target customer yang sama. Ya tentu dengan berbagai jurus, jangan monoton follow up cuman telepon/ sms/ whatsapp / chat “Om tante, jadi transfer nggak?”.

Kalau kata kata follow up yang dipakai begitu terus, calon customer malah jadi ilang feelingnya buat beli kepadamu.

Follow up artinya apa

Bentar bentar, ni mentor saya bilang suruh follow up customer. Emangnya arti follow up itu apa?

Siaap.

Follow up itu simpelnya melakukan kontak lanjutkan kepada calon customer dengan cara dan metode tertentu supaya dia yang tadinya nggak jadi beli jadi beli. Atau dia yang sudah beli, bisa beli lagi lebih banyak lebih sering ke kita.

Memfollowup itu kita mengkontak ulang boleh via ketemuan langsung, BBM, Whatsapp, Telepon, Chatting apa aja sarananya.

Ingat demikian penting follow up sampai di katakan, “Selling to a new client cost five to 25 times more than to an existing client” – the Harvard Business Review. Melakukan followup jauh lebih murah dibanding kita iklan atau bicara sama customer yang benar benar baru.

Ingat Ingat tiga ragam jenis Customer

Memfollowup yang sudah kontak (Warm Market), ini jauh lebih besar kemungkinan closingnya dibanding yang sama sekali belum kontak. Masih pada ingetkan kalau customer terbagi tiga macam?

  • COLD – Customer yang sama sekali belum kenal kita belum kenal produk kita
  • Warm – Sudah kenal kita / produk kita bisa jadi dari relasi dia / iklan / project marketing yang kita jalankan
  • HOT – Customer yang udah tau banget kita dan kualitas produk / jasa kita

Kepada yang masih cold kita fokus edukasi benefit/ value dari produk / jasa yang kita jual. Kita dekatkan dia ke masalah masalah yang aslinya tersolusikan dengan hadirnya produk / jasa kita. Aslinya bisa jadi dia punya masalah itu cuman tidak dia sadari.

Maksudnya seperti apa sih?

Pikir pikir deh iklan pocari sweat. Jaman belum ada pocari sweat adakah yang berfikir sehabis olahraga ion ion tubuh kita terkuras habis? Ya saya sendiri berpikir, entah beneran atau tidak. Positioning pocari sweat masuk ke pasar minuman ringan di indonesia kan sukses besar dengan membawakan topik ION gitu.

Awalnya kita tidak merasa ada masalah ketika olahraga minum airputih biasa. Hari ini, setelah ‘disadarkan’ oleh iklan iklan pocari sweat kita jadi ‘merasa butuh’ buat minum pocari selepas selesai berolahraga.

Nah inilah si pocari mendekatkan masalah manusia, mengingatkan dia ION itu berkurang ketika olahraga, sambil menyisipkan doktrin bahwa solusinya ya minum pocari agar ionnya di tubuh stoknya terjaga.

Nah, prosesnya. Cold ke warm. Pocari edukasi cold market yang enggak paham itu ion, jadi paham adanya ion ditubuh (warm market). Akhirnya sekarang banyak yang maniak minum pocari selepas olahraga (hot market). Gitu deh.

6 Contoh Kata Kata Follow Up Customer Lewat Whatsapp Email Telepon Anti Galau

Btw, aslinya Perlu ngga sih yang namanya follow up pembeli maupun calon pembeli?

Nah penting banget dijawab dulu.

Daripada udah berbusa busa jelasin Contoh Kata Kata Follow Up Customer Lewat Whatsapp Email Telepon yang bisa dilakukan, eh malah Anda merasa tidak butuh.

Ini ilmu penting buat training CS kita, diri kita, seorang copywriter, seorang pemasar produk secara umum. Karena apapun ujung dari kita jualan, PASTI BUTUH ILMU FOLLOWUP.

Lalu, apa jawabannya?

Jawabannya, TERSERAH…

Mau difollow up, boleh.
Gak difollow up, juga boleh.

Yang gak boleh itu, gak jualan. Hehehe
Atau syukur, tanpa followup itu udah closingnya crang cring banyak masuk rekening kita.

Tapi biasanya sebagian besar orang bertransaksi lewat chatting.
Nah, oleh karena itu buyer maupun calon buyer (Cabuy) sebaiknya difollow up

Oya, sebelum lanjut. Tulisan ini saya lupa siapa yang nulis, idenya saya dapatkan dulu kalau enggak salah dari newsletter email siapa gitu. Langsung saya kopas saya sharekan ke tim saya. Prinsip, saya share ulang di sini, saya kasih tambahan tambahan seperlunya agar lebih asik di baca.

Lanjut ya…

Followup Se elegan mungkin, jangan ngemis ngemis minta transfer

Mereka yang gak follow up cabuy  punya keyakinan bahwa produk yang benar-benar bagus gak perlu terlalu ngotot untuk dipromosikan, karena kalau marketnya butuh, entar dateng sendiri. Gak usah ngemis-ngemis, “Bang, transfernya kapan bang? Aku butuh uang nih…”.

Jadi, gak salah kalau misalkan cabuy gak difollow up dan ditanyain kapan mau transfer, santai aja.

Pasrah. Follow upnya ke langit langsung, minta sama Allah. Yaa muqollibal quluub, tsabbit quluubahum ‘alaa transfer (wahai Allah maha pembolak balik hati, mantapkan hati cabuy untuk segera transfer ) Doanya gitu. Serius.

Tapi kan mas sayang kalau gak difollow up, saya mah mau follow up aja deh...”

Kalaupun anda mau follow up cabuymu itu, nih ada tips dan trik yang super tokcer. Mau?

Nih alternatif follow upnya

 

6 Contoh Kata Kata Follow Up Customer Lewat Whatsapp Email Telepon

Pertama, DOAIN.

Kalau Anda follownya via chat, doain aja cabuynya. Tulus tapi ya. Jangan modus. Innamal a’malu binniyat. Sayang kalau cuma modus supaya cepet closing.

Contohnya gini:

“Mba, moga nanti buku Chit Chat yang mba pilih kemarin bisa bener-bener cocok dan suka ya. Makin tinggi angka closingnya, makin naik omsetnya suaminya. Aaamiin…”

Kebayang?

Cara di atas sangat soft dan nyaman dibaca. Emosinya menenangkan dan menentramkan pikiran cabuy. Bakal beda banget dengan cara yang ini:

Kedua, SINDIR.

Kalau Anda follow upnya via email, atau SMS, Anda bisa sindir mereka dan ngasih kode-kode gitu.

Contohnya gini:

“Saya mengenal banyak orang sukses di Indonesia. Kebiasaan baik mereka adalah melakukan take action cepat saat ada peluang datang, gak nunda-nunda. Karena mereka tahu, peluang dan kesempatan belum tentu datang 2x”.

Intinya mah nyindir cabuy supaya gak nunda-nunda dan buruan action. Cara Melakukan Followup ke Prospek Customer Lewat Whatsapp

Atau, Anda bisa pake sindir dengan begini:

“Eh tahu gak, konon katanya, orang yang suka PHP in penjual, biasanya dagangannya sendiri suka di PHP in sama calon pembelinya. Karma namanya. Saya sih percaya gak percaya. Gak tahu kalau kamu? Moga jangan sampai deh ya”

Hahahaha. Intinya jangan suka PHP ya.

Ketiga, TAGIH BRUTAL.

Tagihlah pembayaran si konsumen anda. Baik dengan cara yang soft maupun hard

Contoh kata kata follow up penawaran bisa juga kaya gini.

“Hai. Buruan transfer ya. Promo Paket Resolusi akan ditutup besok malam. Kalau emang serius beli, buruan transfer! Jangan nunda-nunda. BT tau di PHP-in mulu..”

Hahaha..

Keempat, Kalau Udah Di Followup Cuman di READ DOANG?

Pernah ngalamin yang beginian?  Kalau belum berarti jualannya enggak pake komunikasi whatsapp bisa jadi langsung add to cart atau jualannya kurang serius nih he he he.

Prinsip, kalau layanan customernya masih berbasis chatting. Akan dapat fenomena seperti itu.

Solusinya pie Kang Anjrah?

Contoh kata kata followup ke pembeli yang begini:

Kak, chat/sms/whatsapp saya jangan di read doang dong. Aku jangan dicuekin. Kalau kakak enggak beli saya enggak musuhin atau block kok. Kita tetap saudaraan 🙂 “.

Atau

Kak, chat/sms/whatsapp saya jangan di read doang dong. Aku jangan dicuekin. Kalau kakak enggak beli saya enggak nggigit atau block kok. Kita tetap saudaraan 🙂 “.

Daaan sebagainya.

Btw, Kapan Waktu yang tepat untuk melakukan follow up customer / calon pembeli kita?

Ketika kita / mentor bisnismu meminta melakukan follow up bukan berarti langsung brutal tiap menit kita chat kita tagih ya.

Terapkan pada dirimu sendiri.

Misalnya nih, dirimu mau beli sesuatu pas online. Dirimu udah kontak awal / chat ke penjualnya. Eh dianya serrrriiiing banget chat nanyain, “kak udah transfer belum”, “jadi beli kak?“, atau kata kata lainnya. Pasti ilfil ya?

Tips dari saya, misalnya pas beliau chat awal awal, kok dianya udah bilang, “Nanti tanya suami dulu”. Lalu kita balas saja, “Siap kak, mohon ijin nanti sore atau besok pagi kami ingatkan kakak lagi ya, agar barangnya bisa segera kami siapkan”. Jadi kita minta ijin untuk ‘memfollow up’ tapi pake kata kata ‘bantu ngingetin’.

So, waktunya ya di rentang sore / pagi sesuai yg udah kita ucapkan tadi / chatkan tadi.

Lalu biasanya dalam 1×24 jam maksimal 2x 24 jam sudah kami followup lagi (followup pertama dan kedua). Misalnya tuh kita bilang begini, “Hai kak ini dari Khesia. Tempo hari kakak merencanakan mau belanja produk A,B,C dengan spesifikasi B,C,D,E. Apakah keterangan dari kami sudah cukup jelas dan bisa transaksi sekarang? Stok produk terbatas lo kak”.

Daaan lain sebagainya.

Target Follow Up kita itu buat ngedapetin apa Sih Aslinya?

Oke, Sebagai penutup saya kasih ringkasan tambahan. Apa pentingnya kita melakukan followup?

  1. Boost Your Sales: Customer yang terlayani dengan baik dia akan suka datang lagi dan belanja lebih banyak
  2. Increase Customer Retention: bisnis akan sakit kalau customernya cuman customer sekali beli terus pergi (kecuali di bisnis tertentu). Followup akan membantu merubah customer yang cuman sekali beli, dia bisa rutin beli jadi pelanggan kita
  3. Generate Customer Testimonial and Referral: kita bisa dapatkan testimoni ( ini mujarab buat jualan kita) atau dapatkan referal dari dia. Referal maksudnya kita bisa tanyakan ke customer, “Adakah lagi mungkin relasi / teman anda, yang dia punya masalah seperti anda lalu anda ingin dia juga mendapatkan solusi terbaik seperti yang sudah anda alami dengan produk / jasa kami?”
  4. Improve your performance: kita bisa dapat banyak feedback dari suara asli customer agar bisa memperbaiki produk / jasa atau layanan kita.
  5. Innovate: ada banyak inovasi lahir dari suara pelanggan. Kita harus dengarkan keluhan, kebutuhan, masukan, dream mereka agar kita bisa ciptakan penyempurnaan produk / subtitusi produk buat mereka
  6. Differentiate: Banyak bisnis tidak melakukan followup, hanya anda dan bisnis anda yang selalu ada di hati customer.

Semoga Contoh Kata Kata Follow Up Customer Lewat Whatsapp Email Telepon yang kami sharekan bermanfaat ya. Ilmu ini bisa baut followup prospek MLM, Customer toko online, Customer offline, buat cari jodoh. Simak juga, cara bikin kata untuk iklan produk di social media.

Apa saja deh. Karena komunikasi apapun aslinya tetap butuh followup kok.

Btw, Artikel ini boleh dong dirimu sharekan juga ke temen fb, twitter, atau temen grup whatsappmu. Mau terus dapat artikel seru begini? Langganan aja. Bisa via kolom di bagian kanan artikel atau pakai form berikut ini (ada hadiah ebook spesial bagi yang subscribe via form ini) :

 

=====

Berlangganan Artikel Keren dari AnjrahWeb

Isi nama, email, dan sebutkan apa makanan favorite mu ya, terus klik submit. Setelah itu buka emailmu, lakukan konfirmasi. Ebook saya kirim ketika temen temen sukses melakukan konfirmasi. Pastikan datanya benar ya, proses jalan otomatis :).







====

Coach Anjrah

Topik Diskusi:

cara follow up customer lewat whatsapp, cara follow up customer, contoh kata kata follow up customer, contoh follow up, Cara follow up, cara follow up customer lewat telepon, kata kata follow up customer, contoh follow up customer lewat whatsapp, contoh kalimat follow up, kata kata follow up, cara follow up customer lewat email, Cara mem follow up castamer, cara follow up pelanggan, contoh chat whatsapp untuk prospek, cara sales via WhatsApp, cara follow up lewat whatsapp, contoh chat follow up konsumen mobil, cara follow up yang baik, cara yang baik dalam follow up konsumen mobil, cara follow up customer mobil lewat whatsapp

Komentarmu Apa? Gantian Sharing Dong

Emailmu tidak saya publikasikan Required fields are marked *