Banyak pemula yang mulai coding dengan bantuan AI seperti Windsurf, Cursor, Claude Code, Continue, Cline, atau ChatGPT sering berhenti di titik yang sama.
Bukan karena mereka malas belajar, tetapi karena mereka keburu bingung.
Harus mulai dari mana, stack apa yang dipakai, dan mana yang benar untuk jangka panjang sering terasa seperti pertanyaan yang terlalu besar untuk dijawab di awal.
Masalahnya, dunia coding modern memang penuh pilihan.
Ada React, Next.js, Vue, Angular, Laravel, NestJS, Fastify, Go, Rust, PostgreSQL, MariaDB, MongoDB, Redis, Bun, sampai Hono.
Kalau semua dilihat sekaligus, yang muncul sering bukan kejelasan, melainkan ruwet.
Di titik itu, banyak orang akhirnya ikut tren, ikut influencer, atau ikut perang bahasa pemrograman, padahal yang mereka butuhkan sebenarnya adalah keputusan yang tenang dan masuk akal.
Continue reading