FRAME-12, Jawaban Mengapa AI Coding Sering Keluar Jalur?

FRAME-12, Jawaban Mengapa AI Coding Sering Keluar Jalur

Beberapa waktu lalu saya membagikan sebuah postingan Ai Coding sederhana di media sosial tentang bagaimana saya biasanya memulai sebuah project ketika menggunakan AI Coding.

Workflow yang saya bagikan saat itu sebenarnya sangat sederhana.

Problem
↓
PRD
↓
Architecture
↓
Database
↓
Flow
↓
Decision
↓
Coding

Di luar dugaan, postingan tersebut memancing diskusi yang sangat menarik.

Banyak programmer senior, software engineer, software architect, hingga developer yang sudah berpengalaman bertahun-tahun ikut memberikan masukan.

Bahkan beberapa di antaranya membagikan pengalaman membangun ERP, SaaS, marketplace, hingga payment gateway.Continue reading

AI Tidak Menggantikan Programmer, Tapi Mengubah Cara Mereka Bekerja!

AI Tidak Menggantikan Programmer Tapi Mengubah Cara Mereka Bekerja

Beberapa tahun terakhir, dunia teknologi dipenuhi narasi yang sama.

AI akan menggantikan programmer.

AI akan membuat developer kehilangan pekerjaan.

AI akan menulis semua kode sendiri.

Tapi setelah saya mendengar penjelasan langsung dari engineer Anthropic, Boris Cherny, tentang bagaimana mereka membangun dan menggunakan Claude Code, saya justru menangkap sesuatu yang berbeda.

Masalah utamanya ternyata bukan “AI menggantikan manusia”. Melainkan manusia harus belajar ulang cara bekerja bersama AI.

Dan jujur saja, ini jauh lebih besar daripada sekadar prompt engineering.

Kita sedang masuk ke era baru.

Era ketika software engineer tidak lagi hanya menulis syntax, tetapi mengatur workflow AI, membangun konteks, mengelola memory, serta mendesain lingkungan kerja agar AI bisa menjadi rekan kerja yang efektif.Continue reading

VPS Sering Mati Gara-Gara AI Agent? Ini Cara Menguncinya dengan systemd cgroup

VPS Sering Mati Gara-Gara AI Agent Ini Cara Menguncinya dengan systemd cgroup

Awal Mula VPS Baik-Baik Saja, Sampai Windsurf AI Agent Masuk.

Ceritanya sederhana. Ada sebuah VPS Linux yang sudah berjalan cukup lama melayani beberapa aplikasi web dan riset riset kecil.

Ya mulai dari API backend Node.js, aplikasi PHP, database MariaDB, hingga beberapa bot dan service kecil lainnya. Semua berjalan lancar, stabil, dan tidak ada keluhan berarti. RAM terpakai sekitar 1.5–2 GB dari total yang tersedia, masih ada ruang yang cukup nyaman.

Lalu datanglah si AI Agent.

Tools seperti Windsurf, Cursor, dan sejenisnya memungkinkan developer bekerja langsung dari dalam IDE yang terhubung ke server remote via SSH.

Fiturnya luar biasa dimana AI bisa membaca kode, menulis fungsi, men-debug error, bahkan menjalankan perintah terminal langsung.

Produktivitas naik drastis.

Tapi ada yang aneh.

Tidak lama setelah rutin menggunakan AI Agent yang terhubung ke VPS, server mulai aneh tingkahnya.

Kadang response lambat.

Kadang aplikasi web mendadak tidak bisa diakses.

Beberapa kali bahkan harus login ke panel hosting untuk restart VPS karena sudah tidak responsif sama sekali.

Load average melonjak, dan saat berhasil masuk, RAM sudah penuh hampir 100%.Continue reading

Panduan Vibe Coding untuk Pemula: Memilih Frontend, Backend, dan Database Tanpa Bingung Bingung

Panduan Vibe Coding untuk Pemula Memilih Frontend, Backend, dan Database Tanpa Bingung Bingung.webp

Banyak pemula yang mulai coding dengan bantuan AI seperti Windsurf, Cursor, Claude Code, Continue, Cline, atau ChatGPT sering berhenti di titik yang sama.

Bukan karena mereka malas belajar, tetapi karena mereka keburu bingung.

Harus mulai dari mana, stack apa yang dipakai, dan mana yang benar untuk jangka panjang sering terasa seperti pertanyaan yang terlalu besar untuk dijawab di awal.

Masalahnya, dunia coding modern memang penuh pilihan.

Ada React, Next.js, Vue, Angular, Laravel, NestJS, Fastify, Go, Rust, PostgreSQL, MariaDB, MongoDB, Redis, Bun, sampai Hono.

Kalau semua dilihat sekaligus, yang muncul sering bukan kejelasan, melainkan ruwet.

Di titik itu, banyak orang akhirnya ikut tren, ikut influencer, atau ikut perang bahasa pemrograman, padahal yang mereka butuhkan sebenarnya adalah keputusan yang tenang dan masuk akal.
Continue reading