Cara Membuat PRD Sebelum Vibecoding Coding Pakai AI

Cara Membuat PRD Sebelum Vibecoding Coding Pakai AI Ya

Kenapa penting kita bahas Cara Membuat PRD Sebelum Vibecoding Coding Pakai AI ?

Banyak orang mulai membuat aplikasi menggunakan AI dengan cara yang sama.

Mereka membuka Cursor, Windsurf, Claude Code, OpenCode, atau GitHub Copilot.

Lalu mengetik satu kalimat sederhana seperti: “Buatkan aplikasi pendaftaran santri” atau “Buatkan aplikasi reminder pelanggan.”

Beberapa menit kemudian AI menghasilkan ribuan baris kode.

Tampak mengesankan.

Namun setelah dicoba, muncul berbagai masalah.

Database berantakan, fitur tidak sesuai kebutuhan, halaman terlalu banyak, dan alur kerja tidak cocok dengan kondisi lapangan.

Masalahnya bukan karena AI bodoh.

Masalahnya karena AI tidak diberi arah yang jelas.

Continue reading

AI Tidak Menggantikan Programmer, Tapi Mengubah Cara Mereka Bekerja!

AI Tidak Menggantikan Programmer Tapi Mengubah Cara Mereka Bekerja

Beberapa tahun terakhir, dunia teknologi dipenuhi narasi yang sama.

AI akan menggantikan programmer.

AI akan membuat developer kehilangan pekerjaan.

AI akan menulis semua kode sendiri.

Tapi setelah saya mendengar penjelasan langsung dari engineer Anthropic, Boris Cherny, tentang bagaimana mereka membangun dan menggunakan Claude Code, saya justru menangkap sesuatu yang berbeda.

Masalah utamanya ternyata bukan “AI menggantikan manusia”. Melainkan manusia harus belajar ulang cara bekerja bersama AI.

Dan jujur saja, ini jauh lebih besar daripada sekadar prompt engineering.

Kita sedang masuk ke era baru.

Era ketika software engineer tidak lagi hanya menulis syntax, tetapi mengatur workflow AI, membangun konteks, mengelola memory, serta mendesain lingkungan kerja agar AI bisa menjadi rekan kerja yang efektif.Continue reading