Trello Alternatif, Gratis Bikin Trello Sendiri Pakai Vikunja Aja

trello alternatif alternatif trello self hosting trello gratis di vps sendiri

Kalau Anda sudah lama menggunakan Trello, mungkin merasakan hal yang sama seperti saya. Dulu versi gratisnya sudah lebih dari cukup untuk mengatur pekerjaan, membuat daftar tugas, hingga berkolaborasi dengan tim. Namun seiring waktu, semakin banyak fitur yang dibatasi sehingga untuk kebutuhan yang mulai berkembang kita dipaksa mempertimbangkan paket berbayar.

Bagi perusahaan besar mungkin biaya tersebut bukan masalah. Namun bagi UMKM, digital agency, content creator, freelancer, maupun pengusaha yang sedang bertumbuh, biaya langganan software sedikit demi sedikit bisa menjadi beban operasional yang cukup besar.

Saya kemudian berpikir sederhana. Saya sudah memiliki VPS untuk menjalankan beberapa website WordPress dan aplikasi internal. Resource server masih cukup longgar. Daripada terus membayar software setiap bulan, kenapa tidak memanfaatkan server yang sudah ada untuk memasang aplikasi sendiri?

Setelah mencoba beberapa alternatif, akhirnya saya memilih Vikunja, sebuah aplikasi open source yang memiliki konsep mirip Trello. Yang membuat prosesnya jauh lebih mudah adalah saya dibantu AI saat instalasi dan konfigurasi sehingga pekerjaan yang dulu terasa rumit sekarang bisa diselesaikan jauh lebih cepat.

Continue reading

VPS Sering Mati Gara-Gara AI Agent? Ini Cara Menguncinya dengan systemd cgroup

VPS Sering Mati Gara-Gara AI Agent Ini Cara Menguncinya dengan systemd cgroup

Awal Mula VPS Baik-Baik Saja, Sampai Windsurf AI Agent Masuk.

Ceritanya sederhana. Ada sebuah VPS Linux yang sudah berjalan cukup lama melayani beberapa aplikasi web dan riset riset kecil.

Ya mulai dari API backend Node.js, aplikasi PHP, database MariaDB, hingga beberapa bot dan service kecil lainnya. Semua berjalan lancar, stabil, dan tidak ada keluhan berarti. RAM terpakai sekitar 1.5–2 GB dari total yang tersedia, masih ada ruang yang cukup nyaman.

Lalu datanglah si AI Agent.

Tools seperti Windsurf, Cursor, dan sejenisnya memungkinkan developer bekerja langsung dari dalam IDE yang terhubung ke server remote via SSH.

Fiturnya luar biasa dimana AI bisa membaca kode, menulis fungsi, men-debug error, bahkan menjalankan perintah terminal langsung.

Produktivitas naik drastis.

Tapi ada yang aneh.

Tidak lama setelah rutin menggunakan AI Agent yang terhubung ke VPS, server mulai aneh tingkahnya.

Kadang response lambat.

Kadang aplikasi web mendadak tidak bisa diakses.

Beberapa kali bahkan harus login ke panel hosting untuk restart VPS karena sudah tidak responsif sama sekali.

Load average melonjak, dan saat berhasil masuk, RAM sudah penuh hampir 100%.Continue reading