Awal Mula VPS Baik-Baik Saja, Sampai Windsurf AI Agent Masuk.
Ceritanya sederhana. Ada sebuah VPS Linux yang sudah berjalan cukup lama melayani beberapa aplikasi web dan riset riset kecil.
Ya mulai dari API backend Node.js, aplikasi PHP, database MariaDB, hingga beberapa bot dan service kecil lainnya. Semua berjalan lancar, stabil, dan tidak ada keluhan berarti. RAM terpakai sekitar 1.5–2 GB dari total yang tersedia, masih ada ruang yang cukup nyaman.
Lalu datanglah si AI Agent.
Tools seperti Windsurf, Cursor, dan sejenisnya memungkinkan developer bekerja langsung dari dalam IDE yang terhubung ke server remote via SSH.
Fiturnya luar biasa dimana AI bisa membaca kode, menulis fungsi, men-debug error, bahkan menjalankan perintah terminal langsung.
Produktivitas naik drastis.
Tapi ada yang aneh.
Tidak lama setelah rutin menggunakan AI Agent yang terhubung ke VPS, server mulai aneh tingkahnya.
Kadang response lambat.
Kadang aplikasi web mendadak tidak bisa diakses.
Beberapa kali bahkan harus login ke panel hosting untuk restart VPS karena sudah tidak responsif sama sekali.
Load average melonjak, dan saat berhasil masuk, RAM sudah penuh hampir 100%.Continue reading




